Surat dari kawanku, Bapak Rahmat Gunawan:!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Bandung, 11 September 2007
Bomb…. Bomb….
Itu yang terjadi tepat 6 tahun lalu, di New York, terjadi peristiwa September 11, dua pesawat penumpang Boeing 767 dan 707 berturut-turut menabrak menara kembar WTC…
apa yang dirasa:
- marah…
- heran…
- kurang ajar…
- gila…
- tidak beragama…
- dll… dll…
Langsung tanpa reserve menuduh umat Islam sebagai pelakunya, serentak semua yang berbau osama bin laden dan “koleganya” (umat Islam) menjadi tersangka. Warga Amerika dan dunia serentak menjadi
- benci…
- melawan…
- caci-maki…
- umat Islam “dilarang masuk”…
Lambat laun, umat Islam di Amerika yang tadinya “bersembunyi” menjadi sedikit tenang, terutama setelah sering munculnya kecurigaan dari beberapa kalangan ilmuan, gereja dan LSM yang meragukan muslim terlibat 911 WTC:
- Prof Steven Jones dosen Fisika Kuantum dari Bringham Young University yang menjelaskan teorinya tentang Bomb dalam gedung yang telah disiapkan oleh CIA
- Keragunaan akan kemampuan muslim mengetahui secara total kelemahan gedung WTC yang sangat canggih
- Terungkapnya beberapa dokumen yang terhimpun dalam WTC: A Summary, lihatlah bomb hydrogen yang disimpan oleh CIA di WTC dalam http://www.arsenalofhypocrisy. com/911/9- 11_Truth. htm
- Situs all about WTC 911 dalam http://batr. org/911/2005. 11.01_arch. html
- Sejumlah 5. 4000 pegawai Yahudi melakukan gerakan ” I don’t like Monday“, sehingga pada hari senin tgl 11 September 2001 itu mereka tidak masuk gedung WTC, kenapa senin sebelumnya tetap masuk kerja?
- Kalimat yang terkenal terkait 911: “bodoh kau FBI” kata CIA tertawa7.. FAA membiarkan dua pesawat Boeing itu meluncur tanpa izin, maklum itu tanpa awak dan tidak ada penumpang kecuali dua pengusaha turunan arab
- Kewajiban USAF adalah mendatangai TPK bila ada serangan dari asing ke Amerika, perhatikan pesawat pertama boeing 707 menabrak WTC-1 tanpa halangan dan dalam keadaan “sunyi”, 18-25 menit kemudian pesawat kedua boeing 767 menabrak WTC-2 juga dengan laju yang “santai”. F16 dan F18 USAF yang memang selalu nongkrong di pantai timur, hanya butuh 5 menit sampai Manhattan. Masyarakat amerika mengecam kenapa pesawat kedua itu tidak bisa ditembak atau di halau dengan ratusan pesawat tempur yang menjadi kebanggaan amerika itu? malah dibiarkan mulus tanpa halangan? 5 menit setelah pesawat kedua nabrak WTC2 baru 15 pesawat tempur USAF itu datang mirip polisi yang datang terlambat setelah TKP terjadi…
- Faktanya adalah: yang ada adalah upacara pemakaman korban runtuhan dua gedung WTC, tidak ada upacara pemakaman atau tangisan korban penumpang Boeing 707 dan 767 karena memang kosong penumpang kecuali 2 orang arab
- dll… dll… dll
Setelah saya sadur dari berbagai info terutama dari Eropa dan Amerika dan tiap tgl 11 September saya diskusikan dengan beberapa rekan, tentang “Q33NY” atau “NYC” (New York City) itu yang sangat terkenal sejak 12 Seotember 2001 di berbagai media. Maka semua langsung curiga dengan kode Q33NY (coba kawan… buka komputer windows XP dan masuklah ke Office WinWord, ketiklah Q33NY dan ubahlah dalam font Webding dan bacalah perubahannya. …). Q33NY adalah kode rahasia yang dibuat tepat saat batu pertama gedung WTC diletakkan tahu 1971, kode ini kelak akan dijalankan oleh 2 pesawat Boeing tanpa awak di tanggal 11 September. Tanggal 11 September dipilih untuk “menyindir” nomor keramat orang Amerika bila ada keadaan darurat yaitu “telponlah nomor 911 bila anda butuh polisi”. Dalam tata Bahasa Inggris maka tgl 11 September ditulis September 11 atau disingkat 911.
Amerika (baca: CIA) harus berbohong untuk berperang, lihatlah perang:
- Perang Sipil Amerika tahun 1863-1867, 1,5 juta jiwa mati
- Perang Dunia I, 34 juta jiwa orang eropa mati
- Perang Dunia II, 55 juta orang Eropa mati tidak termasuk 6 juta orang Yahudi “mati dibunker Nazi”
- Perang Vietnam, 4 juta jiwa Vietnam komunis dan 2 juta jiwa Vietnam demokratis mati
- Perang Korea, 15 juta jiwa mati dan sisanya harus memilih Korea Utara atau Korea Selatan
- Perang Afganistan, tak terhitung yang mati. di perang Afganistan ini amerika bekerjasama dengan osama bin laden, taliban dan amrozi cs dan hasilnya Uni Sovyet kalah
- dll… dll…
Amerika (baca: CIA) pun harus berbohong dengan mengatakan Saddam Hesein memiliki bomb pemusnah masal… sekarang anda lihat sediri berapa jumlah bomb dan orang yang mati di iraq? Kenapa firnah ini tetap melekat dengan tersangka muslim? Karena semua fakta dan data dari berbagai sumber (LSM, Pengamat militer, kritikus intelegent, dll) yang paling akurat tidak pernah diakui oleh semua pemerintahan di dunia, apalagi Indonesia. Bila ada satu saja sebuah negara secara resmi membongkar kasus WTC, maka gugurlah semua fitnah itu…
Jadi dengan data… fakta… dan sumber yang justru dari warga Amerika, maka 99,9% isue bahwa muslim adalah pelaku pembomam WTC pada Sept 11 adalah BOHONG. Orang Amerika yang sadar mengatakan: “akibat 911… sayang perang di Iraq dan di Afganistan sudang terlanjur terjadi dan muslim terlanjur jelek… waktu tidak bisa diundur lagi…”
Oke Pak Isa Cordova itu hanya curhat… maaf ya… sekedar mengenang WTC 911, 6 tahun yang lalu, mari kita tingkatkan rasa toleransi di antara kita sesama manusia, agar tidak menyesal.
Salam, Rahmat Gunawan
Nah itulah kabar dari kawan di Bandung, mungkin bisa untuk sekedar merenung…