Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW adalah ajaran yang lurus, namun umat islam belum 100% memahami Islam secara benar. Ini, tidak salah, kerena memang sudah menjadi rancangan Allah SWT, Tuhan yang Maha Pencipta yang juga tidak bisa diduakan.
Prinsip dasar Teologi dari pemikiran Islam Teori adalah sangat sederhana dan sangat dikotomi, bahwa hanya ada dua tentang “keadaan”, yaitu Tuhan dan ciptaan Tuhan. Tuhan menciptakan sesuatu yang disebut ciptaan Tuhan. Maka ciptaan Tuhan pasti bukan Tuhan. Sehingga Tuhan yang bernama Allah adalah tidak bisa disamakan atau tidak bisa diduakan dengan ciptaan Tuhan.
Konsep ini, secara literatur, jelas berasal dari Kitab-Kitab suci yang diturunkan Allah kepada para Nabi mulai dari Nabi Adan hingga Nabi Muhammad. Konsep ini, lebih mudah difahami sebagai konsep teologi: “Tuhan itu satu”
Konsep ketuhanan, sejak dahulu kala hingga sekaranglah yang menjadi sumber malapetaka pertentangan antar manusia. Padahal pertentangan itu sangat tidak diperlukan, karena sejak alam semesta ini dibuat, maka Tuhan itu adalah satu. Yang Maha Satu inilah yang menciptakan alam semesta dengan segala ininya. Sedangkan “tuhan-tuhan yang lain” adalah bersifat menyusul, yang difahami oleh sebagian manusia akibat interpretasi terhadap konsep ketuhanan yang terjadi.
Contoh interpretasi yang terjadi dalam sejarah manusia ada banyak, misal, dalam Agama Nasrani, dikenal konsep “Trinitas”, Tuhan itu Tiga: Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus. Menurut konsep Trinitas, yang diusulkan oleh Saul (Rosul Paul) setelah lama Yesus “mati”, bahwa Satu itu Tiga dan Tiga adalah dalam Satu. Konsep ini mudah difahami, namun bila Satu itu Empat dan Empat itu Satu, akan menjadi susah untuk difahami. Sayangnya, Yesus justru tidak pernah mengusulkan, secara lisan maupun tulisan, adanya konsep Trinitas. Bahkan Tuhan Bapa dan Roh Kudus, hanya “diam seribu bahasa” terhadap konsep Trinitas. Konsep Trinitas ini bahkan tidak dikenal oleh Nabi Adam, Nabi Abraham (Ibrahim), Nabi Issac (Ishak), Nabi Mose (Musa), Nabi David (Daud) dan lain-lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus adalah “Tuhan Baru”, dimana Tuhan-Tuhan ini bahkan lebih muda dari sejarah keberadaan manusia di dunia.
Konsep ketuhanan juga muncul dari berbagai agama dan kepercayaan, Konsep Tuhan Agama Hindu: Sang Hyang Widi, Kosep Dewa Agama Budha: Budha Gautama, Konsep Kepercayaan di Jepang: Shinto, dan lain-lain
Pada akhirnya, konsep-konsep Ketuhanan di atas, akan kembali ke Tuhan Yang Maha Satu
November 7, 2007 pukul 7:03 am
Ya saya setuju kalau ada dikotomi antara Tuhan dengan ciptaan Tuhan, jadi sejak Tuhan belum menciptakan apapun maka Tuhan itu ya satu dan sampai kapanpun Tuhan itu satu
Januari 23, 2008 pukul 1:29 pm
trinitas bukanlah konsep.
Ini adalah kebenaran yang sejati.
April 2, 2008 pukul 12:22 pm
apakah kebenaran trinitas yang sejati itu ada saat nabi Adam, Ibrahim dan Musa? kenapa Adam, Ibrahim dan Musa tidak kenal kebenaran Trinitas? kenapa Adam, Ibrahim dan Musa tidak menyembah Yesus dan Roh Kudus?
Injil terbaru akan terbit dengan versi yang jauh lebih baik dari King James version tahun 1977. injil tahun 1977 ini segera akan dianggap palsu dan tidak berkalu. Selamat menikmati Injil baru kawan
Dalam injil baru nanti akan ada perubahan terutama makna Trinitas, yang cenderung tidak menuhankan Yesus dan Roh Kudus